Pages

Friday, February 22, 2013

Komponen Pembelajaran

Pembelajaran merupakan sebuah sistem yang memiliki komponen-komponen yang terdiri dari input, proses, out put, dan umpan balik.  Saputro (2005:4) dalam bukunya strategi pembelajaran menjelasakan bahwa karakteristik komponen dasar pembelajaran meliputi input, proses, out put, dan umpan balik.

a.  Komponen Input
            Komponen input (masukan) terdiri dari row in put, instrumental in put, environmental input, dan struktural in put (Saputro, 2005:5).
1)  Row Input
            Yang dimaksud row in put ialah peserta didik, dalam hal ini peserta didik diharapkan mengalami perubahan tingkah laku setelah mengikuti proses pembelajaran. pembelajaran tidak sebatas transfer ilmu dari guru tetapi juga adanya perubahan perilaku pada siswa setelah mengikuti proses pembelajaran tersebut.
            Tuntutan perubahan yang positif pada peserta didik baik aspek kognitif, afektif dan psikomotorik merupakan hal yang mutlak dicapai, jika tuntutan perubahan siswa kearah positif gagal dicapai dapat dikatakan proses pembelajaran tersebut berkendala.
2)  Instrumental Input
            Instrumental Input terdiri dari komponen (1) guru, (2) materi, (3) media, dan (4) pengelolaan kelas. (1) Komponen guru yakni guru atau pembelajar yang terlibat dalam pembelajaran merupakan guru-guru yang memiliki bidang-bidang keilmuan yang memadai. Guru yang memiliki bidang keilmuan yang memadai ini ditunjang dengan penguasaan ilmu-ilmu tertentu. Pada umumnya guru-guru sekolah dasar mempunyai basic keSDan, akan tetapi tidak semua guru SD memiliki basic keSDan yang dituntut pada komponen ini. Guru yang profesional hendaknya menguasai berbagai teori dasar pembelajaran. Kurang mampunya guru dalam menguasai teori-teori pembelajaran akan berdampak pada pelaksanaan pembelajaran yang kurang maksimal.
            (2)Materi, dalam hal ini materi-materi yang digunakan dalam proses pembelajaran marupakan materi-materi yang sesuai dengan kurikulum. Pemilihan materi tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, karena penentuan materi sudah ditetapkan dalam kurikulum.
            (3) Media pembelajaran dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan peserta didik (Fathurrohman & Sutikno, 2009:65). Media sangat berguna untuk membantu keberhasilan pembelajaran. Ada kalanya suatu materi pembelajaran menuntut penjelasan hal-hal yang rumit atau hal-hal tidak mungkin dihadirkan oleh guru di kelas, Kerumitan bahan pelajaran ini dapat dibantu menggunakan media sebagai perantaranya. Bahkan media pembelajaran juga dapat membantu kekurangan-kekurangan guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Berbagai keunggulan media di atas sebaiknya dimanfaatkan oleh guru-guru untuk mempermudah pelaksanaan pembelajaran. Kesalahan pemilihan media atau tidak menggunakan media pada saat pelaksanaan pembelajaran akan mengurangi keberhasilan pembelajaran.
            (4) Pengelolaan kelas, yaitu pengelolaan yang dilakukan oleh guru di dalam kelas guna menciptakan suasana belajar yang nyaman. Kondisi kelas yang tidak nyaman akan mengganggu kedua belah pihak, baik guru maupun siswa. Seorang guru yang profesional hendaknya mampu mengelola kelas untuk mencapai keberhasilan pembelajaran.
3)  Enviromental input
            Enviromental input yaitu kondisi sosial, ekonomi, kultural, filsafat masyarakat dan sejenisnya (Saputro, 2005:4).
4)  Struktural Input
            Struktural input adalah setting formal kelembagaan, misalnya tujuan sekolah, tujuan pendidikan, visi dan misi sekolah (Saputro, 2005:5).     

b.  Komponen Proses
                 Komponen proses yakni serangkaian interaksi dinamis pembelajaran antara siswa sebagai masukan dengan sejumlah komponen instrumental, environmental dan struktural input pembelajaran (Saputro, 2005:5). Proses interaksi ini harus berjalan dinamis karena saling berpengaruh satu sama lain. Jika salah satu komponen tersebut tidak dapat berinteraksi dengan yang lain, maka akan memberikan dampak yang kurang baik dalam proses pembelajaran dan tentunya akan berdampak pada out put uang dihasilkan.
  
c.  Komponen out put
                 Komponen out put yang dituntut untuk dilakukan pemenuhan adalah komponen yang terdiri atas domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Saputro (2005) mendefinisikan komponen out put adalah hasil belajar sebagaimana yang dirumuskan dalam tujuan pembelajaran yang berupa kualifikasi tingkah laku yang diharapkan dapat dikuasai peserta didik setelah mengikuti interaksi pembelajaran. dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa komponen out put tidak hanya dilihat dari hasil belajar siswa berupa nilai-nilai kognitif, akan tetapi juga dilihat dari kualifikasi tingkah laku yang ditunjukkan siswa atau perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.

d.  Komponen umpan balik
                 Komponen umpan balik merupakan komponen yang memiliki fungsi informatif  bagi efektifitas pencapaian tujuan dan relevansi dari komponen-komponen yang terkait (Saputro, 2005:5). Komponen ini dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai sarana evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran.

Sumber
Saputro, Suprihadi dkk. 2005. Strategi Pembelajaran. Malang: UM Press.
 

1 comments:

 

Copyright © Belajarpendidikanku | Powered by Blogger