Pages

Monday, July 9, 2012

MASALAH MASALAH INTERNAL DALAM BELAJAR

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah

Dalam interaksi belajar mengajar ditemukan bahwa preoses belajar yang dilakukan oleh siswa merupakan kunci keberhasilan belajar. Proses belajar merupakan hal yang komplek. Siswalah yang menentukan terjadi atau tidak terjadinya proses belajar. Untuk bertindak belajar siswa menghadapi masalah secara intern.
Kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan itu timbul disebabkan karena tidak adanya faktor pendukung dari internal dan eksternal dalam belajar. Terutama dari internal siswa, kebanyakan siswa tidak begitu mengerti bagaiman cara mengatasi maslah-masalah tersebut. Hal ini penting untuk dibahas karena jika siswa tidak dapat mengatasi masalah tersebut, maka siswa tidak bisa belajar dengan baik.


B.    Rumusan Masalah
Dari uraian diatas,timbul beberapa permasalahan sebagai berikut :
1.    Apa saja faktor-faktor inter dalam belajar ?
2.    Masalah intern apa saja yang dihadapi siswa dalam belajar?
3.    Bagaimana cara mengatasi masalah-masalah tersebut ?
C.    Tujuan Pembahasan

Dari uraian diatas, tujuan pembahasan,diantaranya sebagai berikut :
1.    Untuk mengetahui masalah-masalah belajar siswa dari faktor internal.
2.    Untuk mengetahui cara mengatasi masalah-masalah diatas.

D.    Metode Pembahasan
Metode yang di gunakan dalam menyusun karya ilmiah ini adalah metode studi pustaka, yaitu mengutip, menyusun serta merumuskan kembali pernyataan para ahli dalam bidang pendidikan.




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Masalah Masalah Belajar
Proses belajar merupakan hal yang kompleks. Siswalah yang menentukan terjadi atau tidaknya belajar. Dalam proses belajar siswa menghadapi masalah-masalah internal. Jika siswa tidak mampu mengatasinya, proses belajarnya akan tidak baik. Masalah-masalah internal yang dialami siswa yang berpengaruh pada proses belajar terurai sebagai berikut.
1.    Sikap terhadap Belajar
Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu, yang membawa diri sesuai dengan penilaian. Adanya penilaian terhadap sesuatu mengakibatkan terjadinya sikap menerima, menolak, atau mengabaikan. Akibat penerimaan, penolakan, atau pengabaian dapat berpengaruh pada perkembangan kepribadian. Oleh karena itu, ada baiknya siswa mempertimbangkan masak-masak akibat sikap belajar.
2.    Motivasi Belajar
Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Motivasi belajar sangat berpengaruh pada aktifitas belajar, bila motivasi tersebut melemah mutu hasil belajar akan menjadi rendah. Motivasi belajar perlu diperkuat secara terus menerus supaya kuat, untuk mengoptimalkan  perlu didukung pula suasana belajar yang menyenangkan.
3.    Konsentrasi Belajar
Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran. Disini diperlukan peran guru dalam menerapkan strategi-strategi belajar mengajar dan memperhitungkan waktu belajar serta selingan istirahat. Maka perhatian dan prestasi belajar dapat ditingkatkan.
4.    Mengolah Bahan Belajar
Mengolah bahan belajar merupakan kemampuan siswa untuk menerima isi dan cara pemerolehan ajaran sehingga menjadi bermakna bagi siswa. kemampuan siswa mengolah bahan belajar akan menjadi baik jika siswa berpeluang aktif dalam belajar. Disisi guru, pada tempatnya menggunakan proses, inkuiri, ataupun laboratori. 
5.    Menyimpan Perolehan Belajar
Menyimpan perolehan hasil belajar merupakan kemampuan menyimpan isi pesan dan perolehan pesan.kemampuan menyimpan pesan ini ada yang pendek dan ada yang lama, atau bahkan seumur hidup, proses ini merupakan saat memperkuat hasil belajar. Pebelajar menggunakan berbagai teknik belajar agar tersimpan dalam ingatan, penghayatan dan keterampilan jangka panjang. Sikap, konsentrasi, dan pengolahan bahan belajar sangat mempengaruhi pada fase ini. Ada gangguan pada salah satu fase ini baik sendiri-sendiri maupun gabungan akan menghasilkan hasil belajar yang kurang baik.
6.    Menggali Hasil Belajar yang tersimpan
Menggali hasil belajar merupakan proses mengaktifkan pesan yang telah diterima. Penggalian hasil belajar yang tersimpan ada hubungannya dengan baik atau buruknya penerimaan, pengolahan, dan penyimpanan pesan. Siswa akan mengalami gangguan dalam menggali pesan dan kesan lama. jika tidak memperhatikan pada saat penerimaan, maka akan berpengaruh tidak baik pada proses penyimpanan dan akan sulit pada proses pengolahan.
7.    Kemampuan Berprestasi atau Unjuk Hasil Kerja
Kemampuan Berprestasi atau Unjuk Hasil Kerja merupakan suatu puncak proses belajar. Pada tahap ini siswa membuktikan kemampuanya dalam proses-proses penerimaan, pengaktifan, pra-pengolahan, penyimpanan, serta pemanggilan untuk pembangkitan pesan dan pengalaman. Bila proses-proses tersebut tidak baik, maka siswa dapat berprestasi kurang atau juga dapat gagal berprestasi jadi perlu upaya dalam mengoptimalkan proses-proses tersebut yang sudah dijelaskan diatas.
8.    Rasa Percaya diri Siswa
Rasa percaya diri muncul dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil. Pengakuan umum dari keberhasilan dapat membuat rasa percaya diri semakin kuat. Hal yang sebaliknya dapat terjadi bila kegagalan yang berulang sering dialami dapat mengakibatkan rasa tidak percaya diri. Pada tempatnya guru mendorong keberanian terus menerus, memberikan bermacam-macam penguat, dan memberikan pengakuan dan kepercayaan bila siswa telah berhasil, disamping itu diperlukan sikap positif dan usaha keras pada siswa.
9.    Intelegensi dan Keberhasilan Belajar
Menurut Wechler (Monk & Knoer, Siti Rahayu Haditiono) Intelegensi merupakan suatu kecakapan global atau rangkuman kecakapan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara baik, dan bergaul dengan lingkungan secara efisien. Yang menjadi masalah adalah siswa yang memiliki intelegensi dibawah normal. Ini akan mempengaruhi perolehan hasil belajar. Oleh karena itu pada tempatnya mereka didorong untuk belajar di bidang-bidang keterampilan sebagai antisipasinya. Penyediaan kesempatan belajar diluar sekolah, merupakan langkah bijak untuk mempertinggi taraf kehidupan warga Indonesia.
10.    Kebiasaan Belajar
Ketidakmengertian siswa pada arti dan pentingnya belajar bagi diri sendiri memunculkan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti belajar tidak teratur, menyianyiakan kesempatan belajar dll. Hal ini dapat diperbaiki dengan pembinaan disiplin pembinaan diri. Suatu pepatah dan berbagai petunjuk tokoh teladan misalnya, dapat menyadarkan siswa tentang pentingnya belajar. Pemberian penguat dalam keberhasilan belajar dapat mengurangi kebiasaan kurang baik dan membangkitkan harga diri siswa
11.    Cita-Cita Siswa
Cita-cita merupakan motivasi intrinsik, dan perlu didikan. Didikan cita-cita harus dimulai sejak sekolah dasar. Disekolah menengah didikan mengenai cita-cita sudah semakin terarah karena akan sangat bedampak buruk bila pencapaian cita-cita tidak benar. Didikan pemilikan dan pencapaian cita-cita sebaiknya berpangkal dari kemampuan berprestasi, dimulai dari hal yang sederhana ke hal yang semakin sulit. Dengan mengaitkan pemilikan cita-cita dengan kemampuan berprestasi, maka diharapkan siswa berani bereksplorasi sesuai dengan kemampuan dirinya sendiri. 


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari beberapa uraian di atas,maka dapat disimpulkan yaitu sebagai berikut :
1.    Penyebab munculnya masalah internal belajar adalah berasal dari diri siswa itu sendiri dan sarana prasarana belajar.
2.    Cara mengatasi masalah internal belajar tidak hanya bisa dilakukan oleh siswanya sendiri tetapi juga orang disekitar siswa.
B.    Saran
1.    Hendaknya guru-guru yang mengajar lebih meningkatkan lagi peranannya dalam pengelolaan kelas, sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi lancar dan kondusif .
2.    Untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar hendaknya lembaga menyediakan sarana dan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar mengajar.

DAFTAR RUJUKAN
Biggs, John B. & Telfer, Ross. 1987. The Proses Of Learning. Sidney: Prentice-Hall of Australia Ltd.
Leftrancois, Guy R. 1985. Psichology for Teaching. Belmont California: Wadsworth Pub. Co.
Rooijakers, Ad. 1900. Mengajar dengan Sukses. Jakarta: Gramedia.
Winkel, WS. 1991. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo.

2 comments:

 

Copyright © Belajarpendidikanku | Powered by Blogger